PERESEAN
Peresean merupakan salah satu kebudayaan atau tradisi masyarakat sasak dimana tradisi ini dipercayai oleh masyarakat sasak sebagai tradisi untuk memanggil hujan, tradisi ini diadakan pada saat musim panas. Selain itu peresean sebagai simbolis kejantanan para pemuda dan pria suku sasak di Lombok.
Pertarungan adu nyali ini merupakan pertarungan antara dua laki – laki sasak bersenjatakan tongkat yang terbuat dari rotan atau disebut penjalin. Dilengkapi oleh sebuah pelindung ( perisai ) yang terbuat dari kulit kerbau tebal dan keras ( ende ). Para petarung disebut pepadu.
dalam proses permainannya para petarung ( pepadu ) bertemu ditengah lapangan dengan bertelanjang dada, menggunakan sapuq ( penutup kepala khas sasak ) dan kain sarung khas Lombok. Sebuah tongkat rotan sebagai alat memukul dipegang menggunakan tangan kanan, serta pelindung ( perisai ) ditangan kiri. Jika salah satu petarung sudah tidak mampu lagi bertarung maka permainan akan di berhentikan.
Peresean bermakna untuk menguji kejantanan para pemuda dan pria di suku sasak itu sendiri.
Tapi untuk saat ini presean hanya dijadikan sebagai penghibur saja.
BalasHapusIya sangat sungguh disayangkan, tapi masih ada harapan untuk kita bisa lebih menjaga & melesesarikan budaya ini. :)
Hapussangat menambah wawasan
BalasHapusTerimakasih, dan tunggu postingan sy selanjutnya gan. :)
HapusLuar biasa. Tapi apakah ada batasan umur untuk tradisi ini??
BalasHapusIya ada, yakni seseorang yang sudah dewasa dan siap untuk menikah, maupun orang yg sudah berkeluarga baru boleh memainkan tradisi ini.
HapusSangat bermanfaat dan menambah wawasan, Terimakasih atas postingannya gan.
BalasHapusSama2, tunggu postingan sy selanjutnya yah gan. Pastinya akan lebih bermanfaat lg. :)
HapusIndonesia itu negara tropis, musim yang ada di Indonesia: musim hujan dan musim kemarau. Bukan musim panas. :D
BalasHapusTerima kasih informasinya. :)
Heheh...terimakasih masukannya gan, cman salah ketik :')
HapusMenguji kejantanan? Mnurur sya peresean bukanlah carabyg efektif utk menentukan jantannya seoranv lelaki atau tidak. Bukankah hal ini malah berdampak buruk di kalangan masyarakat krena berpotensi sebagai kriminalitas dan cenderung menjadi suatu hal yang persuasif dinkalangan masyarakat utk mendukung kriminalitas tersebut?
BalasHapusItulah budaya, kita tidak bisa menyalahkan.ini sudah dianggap baik & dilaksanakan secara turun temurun jdi sebagai penerus kita wajib melestarikan budaya kita.:)
HapusKalok di daerah kamu ada gk tradisi sperti ini?
BalasHapusHehehe...ndk ada gan, soalnya beda daerah beda tradisi. :)
HapusKeren kak rudi..
BalasHapusJadi penasaran, pengen liat langsung ritual2nya
Ayok lihat langsung dan hanya ada di lombok... :)
HapusRitual ini sangat keren dan sangat ekstrim.. 👍
BalasHapusIya, sangat ekstrim... :)
HapusWah tradisi yang luar biasa keren
BalasHapusItulah tradisi sasak, mari sbg penerus kita wajib melestarikannya...
HapusTerima Kasih sudah menyebarkan informasi tentang suku sasak..
BalasHapusHehe...sebagai penerus walaupun berbeda suku, kita wajib mempromosikan budaya kita yg kaya ini saudari.
HapusWow, berbahaya namun cukup unik
BalasHapusIya budaya yg sangat unik.
HapusWalupun presean adalah kebudayaan yg backdroundnya memainkan fisikz dan adu kejantanan, tetapi itu adalah slah satu tradisi sasak yg menjadi identitas suku sasak, dan harus dilestarikan..
BalasHapusSalam budaya..!!
Org asli suku sasak pasti bangga akan tradisinya ini.
HapusTradisi atau budaya Peresean ini sangat disakralkan oleh masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok, tapi karena sesuai dengan perkembangan zaman maka saat ini tradisi Peresean diadakan hanya pada saat-saat tertentu menjelang perayaan-perayaan khusus seperti pada perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, hari Ulang Tahun Kabupaten/Kotamadya di Pulau Lombok atau menjelang bulan Ramadhan. Menambahkan sedikit..
BalasHapusTerima kasih informasinya :D
Terimakasih atas masukannya :)
HapusWah ternyata NTB memiliki kekayaan budaya yaa
BalasHapusSangat banyak !!! Dan pastinya sangat unik dan menarik.
HapusTradisi itu masih di pelihara ya??
BalasHapusDaerah mana yg masih sering mengadakan peresean itu??
Iyaa masih sampai sekarang, masyarakat sasak dan semua daerah di suku sasak melakukan tradisi ini.
HapusNTB memang kaya akan budayanya 👏
BalasHapusSangat benar !!! Kaya akan budaya.
HapusNTB memang kaya akan budayanya 👏
BalasHapusNTB luar biasa.
HapusKeren👍👍
BalasHapusIlmu yang sangat bermanfaat😊
Terimakasih, semoga bisa menambah wawasan.
Hapusjazakallah khir atas artikelnya, bagus
BalasHapusTerimakasih, semoga bisa menambah wawasan.
HapusLuar biasa artikelnya Rudi 😉
BalasHapusHehehe...Terimakasih mbak ku, semoga bisa menambah wawasan.
Hapusmantap..
BalasHapuspresean, tradisi yang menarik..
BalasHapusSama-sama, semoga bisa menambah wawasan.
BalasHapus